Minggu, 03 Mei 2009

askep GEA

TINJAUAN TEORITIS

‘GASTROENTERITIS AKUT (GEA)’

  1. Defenisi

Gastroenteritis akut adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya muntah dan diare-GEA/peradangan usus (enteritis) adalah gangguan usus yang sering terjadi tersendiri atau bersamaan dengan gastritis.

  1. Etiologi

GEA disebabkan oleh virus makanan yang dapat menyebabkan iritasi pada mukosa usus yang dapat menimbulkan perut tidak enak dan diare,disebabkan juha oleh bakteri dan parasit.

  1. Patofisiologi

Enteritis akut disebabkan oleh infeksi virus/bakteri secara langsung/oleh efek dari neurotokrin yang diproduksi oleh bakteri infeksi yang menimbulkan peningkatan produksi air dan garam kedalam humen virus dan juga peningkatan mortolitas yang menyebabkan sejumlah besar cairan dan elektrolit yang dapat menimbulkan dehidrasi dan hipokalamisi.

  1. Manifestasi klinis

Awasnya suhu badan meningkat,nafsu makan berkurang kemudian timbul diare,tinja makin cair,lingkungan mengandung darah atau lender,warna tinjah berubah menjadi kehijau-hijauan karena terjadi empedu,anus dan sekitarnya lecet karena tinja menjadi asam.Gejalah muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare bila telah benyak kehilangan air dan elektrolit terjadilah gejalah dehidrasi ringan,berat badan menurut,turgor kulit menurut selaput lender dan bibir kering.

  1. Pemeriksaan dan pengobatan

- Pemeriksaan tinjah yaitu mikrokopis dan makrokopis

- Pemeriksaan darah yaitu darah lengkap,analisis gas darah dan elektrolit

- Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin darah

  1. Pengobatan

- Perlu pengganti cairan dan elektrolit yang banyak

- Makanan harus di teruskan bahkan perlu ditingkatkan

- Antasida,Na Karbonat,Al (CH)3,Mg (OH)2,Mg Trisilikat

- Anti kolinergit

- Antagonis reseptor H2 : simitiden,roskatidin,ranitidine dan temotidin.

  1. Penyimpangan KDM

invasi bakteri dlm

saluran pencernaan

Neurotransmiter Proses inflamasi Merangsang sel-sel

mengeluarkan zat di intestinal monosit,eosinofil,

prostaglandin,histamine u/mengeluarkan

zat pathogen &

endogen


merangsang ujung Absorbsi diusus impuls disampaikan

saraf nyeri tidak adekuat ke hipotalamus

Rangsangan di bawah Terjadi peningkatan Deman

kesaraf aferen tekanan osmotic


Nyeri dipersepsikan HIPERTENSI


NYERI Peristaltik Frek.BAB DIARE

meningkat berlebihan

G3 INTEGRITAS

KULIT

Sari-sari makanan

& cairan tidak diabsorbsi

terbuang bersama feses perubahan status kesehatan


ATP berkurang stressor meningkat


Kelemahan mekanisme koping menurun


INTOLERANSI CEMAS

AKTIVITAS


NUTRISI KURANG pasien terjaga


KURANG VOL & CAIRAN G3 ISTIRAHAT TIDUR

ELEKTROLIT

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Tn.J.P

DENGAN DIAGNOSA GEA DI RU.IRINA C.1.

RSUP.PROF.Dr.R.D KANDAU MANADO

  1. Pengkajian

A. Identitas pasien

Nama : Tn.J.P

Umur : 37 Thn

Jenis kelamin : laki-laki

Agama : Kr.Protestan

Pendidikan : SMP

Pekerjaan : swasta

Alamat : Tikala

Tgl/jam MRS : 14-maret-2009/15.00 wita

Tgl/jam pengkajian : 17-maret-2009/08.00 wita

Diagnosa medik : GEA

B. Genogram


; Perempuan : Tinggal serumah

: Laki-laki

: Penderita

C. Riwayat keluhan utama

1. Keluhan utama

BAB Cair

2. Riwayat keluhan utama

BAB cair dialami klien sejak 3 jam SMRS 1x berisi cairan

dengan volume ±400 cc,klien juga mengalami muntah 1 hari SMRS dengan volume ± 1/4 gelas aqua,klien juga mengalami panas 3 hari SMRS panas dirasakan hilangb timbul panas akan turun jika minum obat warung.

3. Riwayat kesehatan sekarang /saat dikaji

Saat dikaji klien tampak pucat.TTV : S : 36,1ºC,N :80x/menit, klien tampak lemah dengan disebelah tangan kiri terpasang IVFD RL 20 gtt/menit.

4. Riwayat kesehatan dahulu

Klien tidak pernah mengalami sakit ini sebelumnya.Baru sekarang klien menghidap penyakit ini sampai harus dirawat dirumahsakit.

5. Riwayat psikososial

Klien mengatakan bahwa klien mempunyai hubungan yang harmonis dengan keluarganya serta masyarakat desekitar tempat tinggalnya.

6. Riwayat spiritual

Klien beragama Kristen,tiap hari minggu klien rajin ke gereja untuk beribadah,klien juga selalu berdoa untuk kesembuhannya.

D. Aktivitas sehari-hari

1. Nutrisi

Kondisi

Sebelum sakit

Saat dikaji

1.selera makan

2.menu makanan

3.frekuensi makan

4.pembatasan pola mkn

5.cara makan

6.ritual saat makan

Baik

Nasi,ikan,sayur

3x/hari(dihabiskan)

Tidak ada

Mandiri

Berdoa

Tidak baik

Bubur

3x/hari(tdk dihbskan)

Makanan yg pedis

Mandiri

Berdoa

2. Cairan

Kondisi

Sebelum sakit

Saat dikaji

1.jenis minuman

2.frekuensi minum

3.kebutuhan cairan

4.cara pemenuhan

Air putih

7-8 gls(1500-2000cc)

Terpenuhi

Diminum digelas

Air putih

7-8gls(1500-2000cc)

Terpenuhi

Diminum digelas

3. Eliminasi BAB & BAK

Kondisi

Sebelum sakit

Saat dikaji

1.Tempat pembuangan

2.frekuensi

3.Konsistensi

4.Kesulitan

5.Obat pencahar

Wc

BAB:3x/hari

BAK:5-6x/hari

BAB:lembek

BAK:warna kuning

Tidak ada

Tidak ada

Wc

BAB:4x/hari

BAK:2-3x/hari

BAB:cair

BAK:warna kuning pekat

BAK sedikit-sedikit

Tidak ada

4. Istirahat tidur

Kondisi

Sebelum sakit

Saat dikaji

1.Jam tidur

-siang

-malam

2.pola tidur

3.kebiasaan sebelum tidur

4.kesulitan tidur

14.00-16.00/2 jam

22.00-05.00/8 jam

Tidur nyenyak

Tidak ada

Tidak ada

13.00-14.00/1 jam

00.00-05.00/5 jam

Sering terjadi

Tidak ada

Sering terbangun

5. Personal hygiene

kondisi

Sebelu sakit

Saat dikaji

1.mandi

a.cara

b.frekuensi

c.alat mandi

2.cuci rambut

a.cara

b.frekuensi

3.Gunting kuku

a.cara

b.frekuensi

4.Gosok gigi

a.cara

b.frekuensi

Mandi sendiri

3x/hari

Sabun,handuk,sikat & odol

Dicuci pakai shampoo

1x/hari

Pakai gunting kuku

1x/minggu

Tidak ada

Tidak ada

Washlap

1x/hari

Handuk & air hangat

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

II. Pemeriksaan fisik

I.Keadaan umum

-keadaan sakit : sedang

-TTV :

N : 80x/menit R : 24x/menit SB : 36,1ºC

-Berat badan

`sebelum sakit : 60 Kg

`sesudah sakit : 58 Kg

II. Kepala dan wajah

inspeksi

a. Kepala

-warna rambut : Hitam

-mudah rontok : tidak

-Kesimetrian : ada

-Berketombe : Tidak

-Penyebaran : merata

-Alopesia : tidak

-Bentuk kepala : bulat

-Berbau : tidak

Palpasi

-Nyeri tekan : tidak ada

-Benjolan pada kepala : tidak ada

b. wajah

inspeksi

-Pergerakan wajah : tidak ada

-ekspresi : meringis

-pigmentasi : ada

-Acne : tidak ada

-Tremor : tidak ada

III. Mata

Inspeksi

-kelopak mata : Tidak oedema

-sklera : ada

-konjungtiva : anemis

-Pipil : Baik

IV. Hidung dan sinus

Inspeksi

-Nasal septum : tegak lurus

-Obstruksi : tidak ada

-membran mukosa : kemerahan

Palpasi

-Sinus frontalis : tidak nyeri

-Sinus maksilaris : tidak nyeri

V. Telinga

Inspeksi

-Bentuk : Simetris

-Warna : sawo matang

-Lesi : tidak ada

-serumen : tidak ada

-otore : tidak ada

-peradangan : tidak ada

-fungsi pendengaran : baik

VI. Mulut

Inspeksi

    1. Bibir

- Bentuk : Simetris

- Kondisi : kering

- Warna : merah muda

- lesi : tidak ada

-mukosa mulut : merah muda

b. Gusi

-warna : merah muda

-Perdarahan : tidak ada

c. Lidah

- Nyeri tekan : tidak ada

- pembengkakan : tidak ada

- Massa : tidak ada

palpasi

a. pipi

-nyeri tekan : Tidak ada

-pembengkakan : tidak ada

b. Palatum

-Pembengkakan : Tidak ada

c. Lidah

-warna : Beslag

-Tekstur : halus

-Tremor : tidak

VII. Leher

Inspeksi

a. Warna kulit : sawo matang

b. pembengkakan : Tidak

c. Tiroid : tidak

VIII. Abdomen

Inspeksi

a. Kulit

- Warna : Sawo matang

- Jaringan : tidak ada

- Lasi : Tidak ada

Palpasi

- pergerakan usus : peristaltic meningkat

IX. Ekstremitas

a. ekstremitas atas

Inspeksi

- Simetris : ada

- oedema : tidak ada

- lesi : tidak ada

- tremor : tidak ada

- keringat : tidak ada

- kekuatan setiap sendi : ada

- terpasang IVFD cairan RL 20 gtt/menit di tangan kanan.

b. Ekstremitas bawah

Inspeksi

- Simetris : ada

- oedema : tidak ada

- lesi : tidak ada

- tremor : tidak ada

- keringat : tidak ada

- kekuatan setiap sendi : ada

E. Pemeriksaan penunjang

- Hasil pemeriksaan LAB

Tgl.12-maret-2009

HB : 14,8

Leukosit : 12.300

Trombosit : 154.000

GDS : 119

Na. : 131

K : 3,6

Cl :98

Tgl.14-maret-2009

HB : 12,2

Leukosit : 10.000

Trombosit : 120.000

GDS : 160

Na : 130

K : 3,6

Cl : 98

-Therapy

· IVFD RL 30 gtt/menit

· Oralit

· Ciprofloxacin 2x500 gr

· Paracetamol 3x500 gr

· Domperidol 3x100 gr

ANALISA DATA

DATA

ETIOLOGI

MASALAH

1.DS : Klien mengtakan BAB cair dengan frek.±4x/hari dengan vol.kira-kira 400 cc

DO :

-BAB cair ±4x/hari

-klien tampak lemah

-pemeriksaan LAB:

HB : 14,8

Leuk.: 12.300

Tromb.: 154.000

GDS : 119

Na : 131

K : 3,6

Cl : 98

2.DS : klien mengatakan tubuhnya lemas dan tidak ada nafsu makan dan mual

DO :

- Klien tampak lemas

- Porsi makan tidak dihabiskan

- BB Turun 2 Kg

`sblm sakit : 60 Kg

`Saat sakit : 58 Kg

3.DS : Klien mengatakan tidak dapat tidur nyenyak dan sering terbangun pada malam hari

DO :

-Frek.tidur ±4-5 jm/hr

-tampak lesu

-mata sayup

-respon lambat

4. DS : klien mengatakan khawatir dengan keadaan sakitnya sekarang.

DO :

-klien tampak cemas

-klien bangyak bertanya tentang penyakitnya

5.DS : Klien mengatakan bahwa klien BAB cair sebanyak ±4x/hari

DO :

-Klien tampak lemah

-BAB cair ±4x/hari

-mata cekung

-turgor kulit normal

-peristaltik usus meningkat

Invasi bakteri dalam saluran pencernaan


Proses inflamasi diintestinal

Absorbsi diusus halus tidak adekuat


Peningkatan tekanan osmotic

Frekuensi BAB berlebihan

Invasi bakteri kedalam intestinal

Fungsi intestinal terganggu


Terjadi peningkatan peristaltic


Absorbsi menurun

Sari-sari makanan terbuang melalui feses


Kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi

Proses inflamasi diintestinal


Absorbsi diusus halus tidak adekuat


Terjadi peningkatan tekanan osmotic


Frek.BAB berlebihan


Pasien terjaga


Pola istirahat tidur terganggu

Diare


Frekuensi BAB berlebihan


Perubahan status kesehatan

Stressor meningkat


Mekanisme koping menurun


Cemas

Bakteri masuk kedalam intestinal


Peristaltic usus meningkat


Trancit time u/absorbsi terganggu


Sari makanan sulit diserap


Air dan garam mineral terbawa kedalam usus

Cairan & elektrolit terbuang melalui feses

Diare

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh)

Gangguan pola tidur

Cemas

Resiko gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.J.P DENGAN DIAGNOSA GASTROENTERITIS AKUT (GEA) DI. Ru.IRINA C1

RSUP.PROF.Dr.R.D.KANDOUW MANADO

DISUSUN OLEH :

OLIVIA LESLY OROH

O601277

AKADEMI KEPERAWAT RUMAH SAKIT .Tk.III TELING

MANADO

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.J.P DENGAN DIAGNOSA GASTROENTERITIS AKUT (GEA) DI. Ru.IRINA C1

RSUP.PROF.Dr.R.D.KANDOUW MANADO

DISUSUN OLEH :

OLIVIA LESLY OROH

O601277

MENGETAHUI

CLINICAL TEACHER CLINICAL INSTRUCTUR

Lettu.CKM(K)Ratna .Amd,kep Ztr.Len Pongayouw S.Kep

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar